Senin, 27 Februari 2012

Laugh Cupcake♥ (BUMS)

LAUGH CUPCAKE♥

LAUGH CUPCAKE. Yup, Laugh Cupcake adalah nama brand dari cupcake bikinan 9.6 ;;) kami sendiri (siswa 9.6) memilih usaha Cupcake sebagai proposal usaha kami dikarenakan kami melihat prospek yang cerah di bisnis snack khususnya cupcake.

LAUGH CUPCAKE kami dijual dengan harga Rp. 4.000,00-/buah. Namun, untuk menyesuaikan dengan kondisi, kami mewajibkan para pembeli untuk memesan lebih dulu cupcake tersebut dan kami mengantarkan cupcake tersebut esok harinya di kelas masing-masing pembeli.

Cupcake bikinan kami tersedia dalam berbagai topping, yaitu coklat, keju, strawberry, blueberry, oreo,dan vanilla(original).

Hari pertama membuka order pemesanan, kami semua berkeliling ke kelas-kelas untuk membagikan brosur dan berpromosi mengenai cupcake jualan kami. Tak disangka, respon siswa SMPN 12 terhadap cupcake buatan kami cukup tinggi, sehingga tak tanggung-tanggung dari seluruh tingkatan kelas (VII-IX) kurang lebih ada sekitar 140 cupcake yang dipesan *speechless*
Awalnya kami semua bingung harus bagaimana, berhubung kami semua adalah siswa-siswi yang tidak ahli di bidang masak-memasak, melainkan hanya sekelompok siswa biasa yang belajar berbisnis untuk bekal masa depan haha :D #cih.

Fakta Kelam Hari Valentine

Hari Valentine kental dengan segala hal bernama "cinta". Karenanya, hari ini - 14 Februari - dunia seolah diselimuti  warna "merah jambu" dan orang-orang yang sedang jatuh cinta, ingin jatuh cinta, atau ingin menyala kembali oleh cinta sibuk mempersiapkan bunga, cokelat, atau kartu ungkapan cinta.

Faktanya, banyak hal menyedihkan di hari kasih sayang ini...




1. Dalam periode dua minggu menjelang Hari Valentine, penjualan perhiasan emas Amerika (saja) menyebabkan limbah sebanyak 34 juta metrik ton. Kalau 1 ton = 1000 kg, nah bisa dikira berapa banyak limbah tersebut.

2. Sebagian besar mawar yang dijual saat Hari Valentine di Amerika Serikat diimpor dari Amerika Selatan, membuang-buang bahan bakar fosil. Sayangnya, belum ada data tentang limbah mawar di Indonesia.

inspirasi "No Arms, No Legs, No Worries"

4 Desember 1982, di sebuah rumah sakit Kota Melbourne terdengar tangisan bayi memecah keheningan kamar bersalin. Kehadirannya membuncahkan harapan bagi sang ayah (pemuka agama dan programmer komputer) dan ibu (perawat) karena anak pertama mereka akhirnya lahir.

Namun, betapa kagetnya pasangan imigran Serbia tersebut ketika melihat putranya lahir tanpa dua lengan dan dua kaki yang normal. Menurut dokter yang menanganinya, sang bayi - kemudian diberi nama Nicholas James Vujicic- terkena penyakit Tetra-amelia yang sangat langka.
 
Sejak itu, hari-hari yang penuh perjuangan dialami keluarga ini. Tak jarang, ayah dan ibu Nick menyalahkan diri mereka, selalu bertanya apa dosa mereka terhadap Tuhan sehingga putranya lahir cacat.

Di sisi lain, dengan kesabaran sang ayah  membimbingnya untuk berdiri, menyeimbangkan tubuh, dan berenang sejak Nick berusia 18 bulan (Nick memiliki sebuah telapak kaki kecil di dekat pinggul kirinya).

Mereka pun mengajari Nick untuk bisa hidup mandiri, caranya dengan menyekolahkannya ke sekolah umum seperti anak-anak normal lainnya. 

Di usia 8 tahun, tekanan dari ejekan dan bullying di sekolah hampir membuat Nick bunuh diri. Namun, kasih dan dukungan orangtuanya, serta hiburan dari para sahabatnya, mampu membuat Nick mengenyahkan pikiran tersebut. Ia menjadi lebih bijaksana dan berani dalam menjalani kehidupan.